Dalam upaya mewujudkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, SDN 013 Sangatta Selatan mengambil langkah progresif dengan mengikutsertakan para pendidik, khususnya Guru Kelas 5, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah komitmen nyata sekolah untuk mencetak generasi yang tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta.
Kegiatan ini menandai babak baru dalam transformasi digital di lingkungan SDN 013 Sangatta Selatan, di mana teknologi mulai diintegrasikan secara mendalam ke dalam pedagogi pengajaran di kelas tingkat tinggi sekolah dasar.
Urgensi
Partisipasi SDN 013 Sangatta Selatan dalam bimtek ini didasari oleh urgensi yang mendesak di dunia pendidikan saat ini:
Pergeseran Paradigma Kurikulum Merdeka: Kurikulum saat ini menuntut penguatan literasi digital dan numerasi. Koding bukan hanya soal menulis kode komputer, tetapi tentang melatih logika dan computational thinking (berpikir komputasional) yang menjadi fondasi penyelesaian masalah (problem solving).
Kesiapan Menghadapi Industri 5.0: Siswa yang duduk di bangku kelas 5 saat ini akan memasuki usia produktif di era di mana AI dan otomatisasi menjadi standar. Memperkenalkan konsep ini sejak dini adalah bekal "survival skill" bagi mereka di masa depan.
Transformasi Peran Guru: Kehadiran AI tidak menggantikan guru, namun guru yang menggunakan AI akan menggantikan mereka yang tidak. Guru Kelas 5 perlu memahami cara memanfaatkan AI untuk personalisasi pembelajaran dan efisiensi administrasi agar dapat lebih fokus pada perkembangan karakter siswa.
Manfaat yang Diperoleh
Melalui pelatihan intensif ini, Guru Kelas 5 SDN 013 Sangatta Selatan telah mendapatkan berbagai kompetensi kunci:
Peningkatan Keterampilan Computational Thinking: Guru kini mampu mengajarkan siswa cara memecah masalah kompleks menjadi langkah-langkah logis melalui konsep dasar pemrograman (seperti Block-based coding atau Scratch).
Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran: Guru mampu menggunakan tools AI generatif untuk merancang modul ajar yang lebih kreatif, membuat media pembelajaran visual secara instan, hingga menyusun asesmen yang adaptif sesuai kemampuan siswa.
Inovasi Media Ajar: Pembelajaran di kelas tidak lagi monoton. Guru dapat menciptakan game edukatif sederhana atau simulasi interaktif yang membuat materi pelajaran (Matematika/IPA) menjadi jauh lebih menarik bagi siswa.
Rencana Tindak Lanjut (RTL) di SDN 013 Sangatta Selatan
Agar hasil pelatihan ini berdampak nyata dan berkelanjutan, SDN 013 Sangatta Selatan telah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai berikut:
1. Diseminasi Pengetahuan (Bulan ke-1)
Guru Kelas 5 yang telah mengikuti pelatihan akan menjadi instruktur sebaya (peer tutor) bagi guru-guru lain di SDN 013 Sangatta Selatan melalui forum KKG (Kelompok Kerja Guru) tingkat sekolah. Tujuannya adalah pemerataan pemahaman dasar mengenai literasi digital.
2. Implementasi "Jam Koding" di Kelas 5 (Bulan ke-2)
Menerapkan materi koding sederhana ke dalam pembelajaran intrakurikuler (sebagai penguatan mata pelajaran Informatika atau Matematika) atau kokurikuler. Siswa akan diajak membuat proyek sederhana menggunakan aplikasi Scratch yang relevan dengan tema pelajaran.
3. Integrasi AI dalam Administrasi dan Pembelajaran (Berjalan)
Guru Kelas 5 mulai menggunakan tools AI untuk membantu penyusunan RPP/Modul Ajar yang lebih variatif dan membuat media visual yang menarik untuk presentasi di kelas.
4. Pameran Karya Siswa "Digital Day" (Akhir Semester)
Mengadakan pameran sederhana di sekolah di mana siswa kelas 5 mempresentasikan hasil karya koding sederhana mereka (seperti animasi cerita pendek atau game edukasi) kepada orang tua dan adik kelas, untuk menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri.


1 Komentar
Terus maju untuk sdn 013 sangsel
BalasHapus